Home / Kota Tangerang

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:41 WIB

Wakil Ketua Tegaskan Adanya Perubahan Dalam Tata Kelola Sampah

Narasibanten.com – Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo menegaskan perlunya perubahan mendasar dalam tata kelola sampah di Kota Tangerang. Hal itu sebagai langkah antisipatif atas pernyataan Menteri Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, yang menetapkan status darurat sampah nasional.

Menurutnya, peringatan dari pemerintah pusat harus menjadi alarm serius bagi daerah agar tidak terjebak pada pola pengelolaan sampah yang bersifat rutin dan konvensional.

“Kalau tidak ada terobosan yang berarti dalam tata kelola sampah, sejatinya kita sedang menuju arah yang sama dengan kota-kota yang sudah mengalami darurat sampah lebih dulu, seperti Kota Tangerang Selatan, Bandung, dan Yogyakarta,” ujarnya saat dihubungi Kamis (15/01/26).

Ia menilai, Kota Tangerang perlu segera melakukan langkah korektif dan antisipatif agar tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat dikendalikan secara berkelanjutan. Arief juga menyoroti bahwa kebijakan anggaran pengelolaan sampah selama ini masih didominasi pendekatan hilir, yakni pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA.

Baca Juga  Ketua Tim Kampanye SAMA Optimis Menangkan Pilkada

“Selama volume sampah yang kita kirim ke TPA tidak pernah berkurang, maka belum ada terobosan nyata. Fokus anggaran harus bergeser ke penyelesaian sampah di hulu sebagai bentuk komitmen transformasi tata kelola sampah,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan Menteri Hanif yang mendorong DPRD memperkuat fungsi anggaran dan pengawasan, Arief menekankan pentingnya manajemen perubahan dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, transformasi hanya dapat berjalan jika melibatkan tiga komponen utama secara bersamaan yaitu manusia atau SDM, alur proses kerja yang jelas, serta sarana prasarana dan teknologi, yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.

Sebagai langkah konkret, DPRD Kota Tangerang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk menghadirkan pilot project pengelolaan sampah di hulu, misalnya di tingkat RW atau kelurahan.

Baca Juga  Bappeda Kota Tangerang Gelar Workshop Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah

“Kita perlu contoh nyata atau proof of concept, satu RW yang mampu menyelesaikan sampahnya di lingkungan sendiri, sehingga sampah yang diangkut ke TPA bisa diminimalkan. Dari situ baru bisa direplikasi secara masif,” kata Arief.

Politisi PKS ini juga menegaskan, bahwa pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan teknologi seperti waste to energy, mengingat komposisi sampah Kota Tangerang yang didominasi sampah organik dan memiliki potensi ekonomi jika dikelola sejak dari sumbernya.

“Sekitar 60 persen sampah kita adalah organik. Karena itu, Pemkot Tangerang perlu segera menyusun peta jalan pengelolaan sampah yang berorientasi pada penyelesaian di hulu. Jika dilakukan secara konsisten, risiko darurat sampah dapat dihindari sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Porseni Bola Basket 2025 Dibuka, Andiri S Permana: Kegiatan Ini Bagian Penting dari Pembinaan Atlet

Kota Tangerang

Program Belajar Gratis! Pemkot Tangerang Buka Pendaftaran Kelas Bahasa Inggris

Bisnis

Pengumuman! Pembayaran PBB-P2 di Kota Tangerang Sudah Buka Kembali

Kota Tangerang

PMI Kota Tangerang Berikan Penghargaan Pada Kelompok Donor Sukarela

Kota Tangerang

Perpustakaan Daerah Kota Tangerang Sediakan Beragam Ribuan Koleksi Buku

Kota Tangerang

Festival Cisadane 2026, Kesempatan Mudah Konsultasi dan Bayar Pajak Daerah di Stand BPKD

Kota Tangerang

Langkah Preventif Pemkot Tangerang Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Kota Tangerang

KPU Kota Tangerang Libatkan Masyarakat dalam Pelipatan Surat Suara