TANGERANG — Antusiasme masyarakat terhadap program pelatihan tata boga yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang kembali menunjukkan tren positif. Pada tahun ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 229 orang, jauh melampaui kuota yang telah disediakan.
Program yang digelar berkolaborasi dengan SMK Negeri 3 Tangerang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan berbasis kompetensi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menjelaskan bahwa dari total 229 pendaftar, hanya 100 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan. Seluruh peserta terpilih tersebut telah melewati rangkaian proses seleksi yang ketat, mulai dari administrasi hingga wawancara.
“Minat masyarakat sangat tinggi. Namun, karena keterbatasan kuota, dari 229 pendaftar yang dapat kami terima hanya 100 orang. Seluruh peserta yang terpilih ini dipastikan telah melalui proses seleksi administrasi dan wawancara yang objektif,” ujar Acep saat diwawancarai awak media di SMK Negeri 3 Tangerang, Selasa (7/7/2026).
Dalam proses penyaringan tersebut, Acep mengungkapkan bahwa panitia sempat menemukan dua pendaftar yang berdomisili di luar Kota Tangerang. Hal ini langsung menjadi catatan khusus, mengingat program pelatihan ini diprioritaskan penuh bagi warga ber-KTP Kota Tangerang.
Menurut Acep, lonjakan jumlah pendaftar ini menjadi indikator kuat bahwa program pelatihan keterampilan dari pemerintah masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pelatihan ini dinilai menjadi modal penting bagi warga untuk meningkatkan keahlian, membuka peluang usaha mandiri, maupun bersaing di pasar kerja.
Melihat antusiasme yang selalu melonjak hingga lebih dari dua kali lipat setiap tahunnya, Dinsos Kota Tangerang menjadikannya sebagai bahan evaluasi penting untuk rencana ke depan.
Pihaknya membuka peluang untuk menambah kuota peserta pada gelombang berikutnya, sehingga manfaat dari program pemberdayaan ini dapat dirasakan oleh lebih banyak lapisan masyarakat. Melalui bekal ilmu tata boga ini, para lulusan diharapkan mampu berwirausaha secara mandiri dan membantu menggerakkan roda ekonomi lokal.












