TANGERANG – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tangerang diselenggarakan di Aula Kecamatan Tangerang pada Kamis (12/2/2026) lalu. Kegiatan ini diikuti tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat dari seluruh kelurahan di Kecamatan Tangerang.
Musrenbang Kecamatan Tangerang menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengemukakan usulan, harapan dan tantangan yang dihadapi. Sehingga, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan dan dibahas guna menentukan skala prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata, tepat sasaran, dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Tangerang.
Camat Tangerang Yudi Pradana menyatakan, dalam kegiatan ini, Kecamatan Tangerang menampung seluruh aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan langkah-langkah pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2027 mendatang. Selain itu, Musrenbang menjadi wadah partisipatif untuk memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan transparan dan akuntabel demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Aspirasi yang tadi banyak disampaikan masyarakat, fokusnya masih dalam urusan genangan. Selain itu, Griya Harmoni Warga menjadi harapan masyarakat Kecamatan Tangerang untuk dibangun,” ungkap Yudi, Rabu (25/2).
Selain pembangunan infrastruktur, musrenbang juga fokus membahas pembangunan nonfisik. Salah satu yang menjadi fokus ialah meningkatkan layanan, fasilitas dan akses UMKM yang lebih maju.
Lewat musrenbang tingkat kecamatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta di seluruh wilayah Kecamatan Tangerang. Dengan semangat gotong royong, musrenbang diharapkan menjadi pilar penting dalam mewujudkan Kecamatan Tangerang yang lebih maju, sejahtera dan inklusif.
“Penyusunan hasil dari musrenbang ini nantinya akan diserahkan kepada pemerintah kota untuk diproses lebih lanjut. Memastikan bahwa prioritas pembangunan yang dirumuskan dapat diimplementasikan dengan tepat,” katanya.
*_Warga Tangerang Rasakan Manfaat Pembangunan Griya Kita Bersama_*
Kehadiran Gedung Griya Kita Bersama (GKB) di wilayah RW 06 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang membawa dampak nyata bagi aktivitas sosial masyarakat.
Sejak dibangun dan diresmikan pada 2025, gedung tersebut menjadi pusat berbagai kegiatan warga, mulai dari layanan kesehatan hingga kegiatan keagamaan.
Ketua RW 06 Kelurahan Babakan Abdul Karim menjelaskan, GKB yang rampung dibangun sekitar Juni 2025 ini langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk beragam kepentingan.
“Alhamdulillah, Griya Kita Bersama ini sangat bermanfaat bagi warga. Banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan di sini, seperti posyandu, posbindu, taman baca, pengajian anak-anak, hingga kegiatan karang taruna,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara rutin GKB digunakan setiap hari untuk kegiatan pengajian dan taman baca anak-anak. Sementara kegiatan yang bersifat berkala seperti posyandu, posbindu, dan pertemuan warga dilaksanakan setiap minggu atau sebulan sekali sesuai jadwal.
Menurutnya, keberadaan gedung tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan ruang terbuka untuk kegiatan bersama.
“Dampaknya sangat terasa, karena kondisi wilayah kami sudah minim lahan. Kalau ada kegiatan yang menyangkut kepentingan warga, sekarang bisa dipusatkan di Griya Kita Bersama ini,” jelasnya.
Selain untuk kegiatan rutin, GKB juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul warga dalam berbagai acara sosial dan kemasyarakatan. Hal ini dinilai mampu memperkuat kebersamaan serta meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan lingkungan.
“Mudah-mudahan gedung ini terus bermanfaat dan apa yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Tangerang dapat digunakan sebagaimana mestinya. Harapan kami, Griya Kita Bersama ini bisa terus dimanfaatkan khususnya oleh warga RW 06,” pungkasnya.
Keberadaan Griya Kita Bersama menjadi salah satu wujud penyediaan fasilitas publik berbasis kebutuhan warga yang tidak hanya menunjang layanan sosial, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di lingkungan permukiman.









