Home / Kota Tangerang

Senin, 13 Oktober 2025 - 18:37 WIB

Wakil Ketua DPRD Minta PDAM Tirta Benteng Lakukan Investigasi dan Mitigasi Menyeluruh

Kota Tangerang, narasibanten.com — DPRD Kota Tangerang menyoroti serius insiden kebocoran pipa jaringan distribusi utama (JDU) milik Perumda Tirta Benteng (TB) yang mengganggu pelayanan air bersih di wilayah Jatiuwung, Periuk, Cibodas, dan Karawaci.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengatakan pimpinan dewan telah memanggil Direksi PDAM Tirta Benteng untuk meminta penjelasan dan langkah tindak lanjut.

“Air adalah kebutuhan dasar. Insiden seperti ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

Menurut Arief, DPRD meminta laporan investigasi lengkap terkait akar masalah dan dampak kebocoran. Dari laporan awal, kebocoran pertama terjadi saat pengalihan layanan dari PDAM TKR ke PDAM TB, ketika tekanan air dinaikkan agar bisa menjangkau wilayah ujung jaringan.

Baca Juga  Fraksi Nasdem Berharap Sachrudin - Maryono Dapat Meningkatkan Sumberdaya Manusia

“Langkah itu justru menyebabkan kebocoran di beberapa titik,” katanya.

Setelah perbaikan, kebocoran kembali terjadi di sekitar Simpang Tujuh akibat tekanan lalu lintas di atas pipa dan sambungan yang belum sempurna. Arief menegaskan perlunya pemetaan menyeluruh dan penguatan jaringan rawan kebocoran.

“Kami minta investigasi menyeluruh dan pendataan titik-titik pipa yang berpotensi bocor, agar segera diperkuat atau diperbaiki,” ujarnya.

DPRD juga meminta PDAM menyiapkan rencana mitigasi dan cadangan layanan jika gangguan serupa terjadi.

Arief menilai kebocoran berulang menandakan lemahnya manajemen risiko PDAM TB. “Ini kejadian kedua pada jaringan distribusi utama. Manajemen harus lebih serius karena kami sudah memberi arahan mitigasi sejak awal,” katanya.

Baca Juga  Aliansi Mahasiswa Sepakat Jaga Suasana Kondusif di Kota Tangerang

DPRD akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan arahan tersebut. “Kami ingin tahu sejauh mana tindak lanjut sudah dijalankan, berapa persen yang terealisasi, dan apa kendalanya,” ujarnya.

Arief juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap dampak pelayanan. “PDAM harus proaktif mengantisipasi kebutuhan masyarakat, bukan baru bergerak setelah warga mengeluh,” ujarnya.

Ia meminta PDAM berkoordinasi dengan aparat wilayah agar pasokan air melalui mobil tangki segera dikirim ke titik terdampak.
Selain itu, DPRD menekankan perlunya audit dan evaluasi berkala atas langkah perbaikan PDAM TB.

“Audit investigasi harus dilakukan untuk mengidentifikasi risiko dan memastikan tindak lanjut berjalan efektif,” pungkas Arief.

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Jalin Kebersamaan, Forum OKP dan Ormas se Kecamatan Pinang Gelar Wisata Religi

Kota Tangerang

Komisi II Gelar Rapat Dengar Pendapat Dengan Sejumlah Kepala Sekolah se Kota Tangerang

Kota Tangerang

BAZNAS Kota Tangerang Targetkan Rp7,5 Miliar Zakat Fitrah Selama Ramadan 2025

Ekonomi

Pemkot Tangerang Pastikan Stabilitas Stok dan Harga Pangan Stabil Usai Lebaran

Kota Tangerang

Meriahkan HUT Ke-31 Kota Tangerang, DKP Gelar Vaksinasi Hewan Gratis di 13 Kecamatan

Kota Tangerang

Guna Memiliki Kepastian Hukum, Pemkot Tangerang Tuntaskan Sertifikasi Ribuan Aset

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Sigap Lakukan Penanganan Tanah Longsor di Bantaran Sungai Cisadane yang Memutus Jalan Alternatif

Kota Tangerang

Petugas BPBD Kota Tangerang Masih Berjibaku Tangani Kebocoran Gas Pabrik Es