Home / Kota Tangerang

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:21 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD

Narasibanten.com — Wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mencuat dan menjadi perbincangan serius di ruang publik. Namun, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menyatakan sikap tegas menolak gagasan tersebut karena dinilai bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat.

Sikap itu disampaikan Teja Kusuma anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang sekaligus Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang.

Menurutnya, Pilkada merupakan instrumen demokrasi yang memberikan hak penuh kepada rakyat untuk menentukan arah kepemimpinan di daerahnya. Mengalihkan kembali proses tersebut ke DPRD dinilai sebagai kemunduran demokrasi.

“PDI Perjuangan menolak wacana Pilkada kembali dipilih oleh DPRD karena tidak mencerminkan prinsip kedaulatan rakyat secara politik. Nasib suatu daerah harus ditentukan oleh keputusan rakyat di daerah itu sendiri,” ujar Teja.

Baca Juga  Semarak Peringatan HUT ke-31 Kota Tangerang di Kecamatan Pinang

Ia menegaskan, demokrasi lokal tidak boleh dipersempit hanya pada segelintir elite politik. Rakyat, kata dia, harus tetap menjadi pemegang mandat tertinggi dalam menentukan pemimpin daerah.

Di tengah berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkada langsung, Teja menilai urgensi saat ini bukanlah mengubah sistem, melainkan memperbaiki kualitas penyelenggaraannya. Mulai dari aspek pengawasan, transparansi, hingga akuntabilitas proses demokrasi.

“Urgensi hari ini adalah evaluasi Pilkada secara langsung agar lebih akuntabel, pengawasan lebih efektif, dan benar-benar berorientasi pada lahirnya kepemimpinan yang memiliki visi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Ia juga merespons kekhawatiran publik terkait potensi berkurangnya kedaulatan rakyat jika Pilkada kembali dipilih DPRD. Menurut Teja, kekhawatiran tersebut sangat beralasan, terlebih jika tidak ada jaminan kuat bahwa proses pemilihan di DPRD bebas dari praktik politik pragmatis.

Baca Juga  Dua Pasangan Calon Walikota Dapat Dukungan Dari Mantan Walikota dan Bupati

“Selama tidak ada jaminan Pilkada oleh DPRD terbebas dari praktik pragmatisme politik, maka publik memang patut khawatir,” ujarnya.

Teja bahkan secara terbuka mengakui bahwa pengalaman masa lalu menunjukkan adanya praktik politik transaksional saat kepala daerah dipilih oleh DPRD. Hal ini, menurutnya, menjadi catatan penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Tidak ada yang bisa menjamin proses itu benar-benar bersih. Praktik jual beli suara pada era Pilkada yang dipilih DPRD dahulu kala sudah terjadi,” ucapnya. (GOR)

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Meriahnya Pembukaan Benteng Culture Festival 2025, Perayaan Multikultural dengan Semangat Kemanusiaan

Kota Tangerang

DPRD Kota Tangerang Dorong Kolaborasi Swasta, Beavers Arena Jadi Modal Menuju PON 2032

Kota Tangerang

Sudah Disepakati, Ketua DPRD Bakal Kaji Ulang Kenaikan Gaji dan Tunjangan Rumah

Bisnis

Jangan Lewatkan Job Fair Virtual Perdana Tahun 2024, Pemkot Tangerang Buka 1.557 Loker

Kota Tangerang

Kubah Megah Penuh Kaligrafi, Ikon Menarik Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang

Kota Tangerang

Buka Konser Amal Korban Bencana, Sachrudin : Ajak Masyarakat Berdonasi dari Hati

Kota Tangerang

Warga Kota Tangerang Perlu Tahu, Ini Tips Menjaga Berat Badan Tetap Stabil di Bulan Puasa

Kota Tangerang

Sigap! BPBD Kota Tangerang Padamkan Kebakaran Rumah di Batuceper Kurang dari Satu Jam