Sejumlah organisasi nasionalis di Kota Tangerang menggelar rangkaian kegiatan Haul Bung Karno Juni 2026 dengan tema “Malam Renungan Putra Sang Fajar, Memperkokoh Pagar Bangsa” di Caffe Hortus, Kelurahan Pasar Baru, Kota Tangerang, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh berbagai organisasi nasionalis, di antaranya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang yang dipimpin Ketua Elwin Mendrofa, Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI) Kota Tangerang yang diketuai Muhamad Toha, Pergerakan Sarinah di bawah kepemimpinan Liani Febrianti, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) yang dipimpin Cesar Wijaya, Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), serta Pemuda Demokrat Indonesia (PDI) yang diketuai Dede Herdian.
Rangkaian acara dipandu oleh Sarinah Siti Nabila, dengan menghadirkan berbagai elemen masyarakat, tokoh lintas agama, unsur pemerintah, legislatif, hingga organisasi kepemudaan.
Dalam kegiatan tersebut, Sarinah Mega dan Sarinah Salsa membawakan refleksi historis mengenai perjalanan perjuangan Bung Karno melalui dialektika perjuangannya dari penjara ke penjara dan dari pengasingan ke pengasingan.
Mereka mengutip salah satu kalimat dalam buku Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit Garnasih dengan Bung Karno karya Ramadhan K.H., yang berbunyi: “Seorang pemimpin tidak berubah karena hukuman. Aku masuk penjara untuk memperjuangkan kemerdekaan, dan aku meninggalkannya dengan
tujuan yang sama.”
Pesan tersebut dinilai mampu membangkitkan kembali semangat perjuangan kader-kader GMNI untuk terus meneguhkan prinsip dan asas perjuangan Marhaenisme yang diwariskan oleh Bung Karno.
Ketua DPC GMNI Kota Tangerang, Elwin Mendrofa, mengatakan bahwa peringatan Haul Bung Karno merupakan upaya untuk menjaga dan mewariskan pemikiran serta semangat perjuangan Sang Proklamator kepada generasi penerus bangsa.
“Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Pada 6 Juni 1901 lahir Putra Sang Fajar, Ir. Soekarno, 21 Juni Presiden RI Pertama itu wafat dan pada 1 Juni 1945 lahirlah gagasan Pancasila yang kini diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Bung Karno telah mewariskan fondasi dasar bangsa dan negara, yakni Kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Elwin.
Menurutnya, berbagai fenomena yang berkembang dalam kehidupan politik nasional saat ini perlu menjadi bahan renungan bersama, termasuk munculnya pandangan mengenai kuatnya pengaruh oligarki dalam struktur pemerintahan.
“Fenomena oligarki dalam susunan pemerintahan sering menjadi perbincangan publik. Kondisi ini perlu menjadi bahan refleksi dan mendorong langkah-langkah gerakan secara nasional untuk menjaga cita-cita demokrasi dan semangat kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PA GMNI Kota Tangerang, Muhamad Toha, menegaskan bahwa Bung Karno bukan milik satu kelompok tertentu, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.
“Haul Bung Karno kita laksanakan sebagai simbol nasionalisme. Bung Karno adalah milik seluruh golongan di Indonesia, sehingga semangat perjuangannya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Dede Maulana Faisal yang menilai acara tersebut sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan ini turut dihadiri tokoh lintas agama yang bersama-sama memanjatkan doa untuk Bung Karno serta keselamatan bangsa dan negara. Dari unsur pemerintah hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, S.Sos., M.AP. Dari unsur legislatif hadir Andri Septiawan Permana, S.Sos., M.AP, sedangkan unsur aparat penegak hukum diwakili Kasat Intelkam Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Dodi Abdulrohim, S.Sos., M.Krim.
Selain itu, para ketua organisasi Cipayung Kota Tangerang juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang bertujuan memperkokoh jiwa nasionalisme di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan Haul Bung Karno Juni 2026 berlangsung dengan khidmat, aman, dan lancar tanpa hambatan, serta menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan semangat perjuangan yang diwariskan oleh Sang Proklamator, Ir. Soekarno.









