Home / Kota Tangerang

Selasa, 18 November 2025 - 11:21 WIB

Komisi II Berharap Pelaksanaan MBG Berjalan Dengan Baik

Kota Tangerang, narasibanten.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan pengadaan Sentra Pemberian Pangan Gizi (SPPG) di Kota Tangerang dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Yeni menuturkan, program ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas di masa depan. Ia menilai banyak pelaksana program MBG di lapangan telah bekerja dengan baik dan profesional.

“Saya tidak mengatakan program MBG ini tidak bagus. Justru saya melihat banyak pengelolaan yang baik, dari adanya ahli gizi, akuntan, sampai sistem administrasi yang tertata. Itu patut diapresiasi,” ujar Yeni, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tangerang, Rabu, 13 November 2025.

Baca Juga  Komisi I Minta Pemkot Tangerang Optimalkan Peran Ormas Agar Lebih Bersahabat

Meski demikian, Yeni tetap mengingatkan agar semua pihak memperhatikan aspek keamanan pangan. Menurutnya, meskipun sebagian besar pelaksanaan berjalan baik, tidak boleh ada satu pun kasus yang menimbulkan risiko bagi penerima manfaat, terutama anak-anak.

“Ada banyak yang bagus, tapi kita tetap harus waspada. Walaupun hanya satu persen kasus, itu tetap harus dihindari karena menyangkut keselamatan. Jangan sampai ada anak yang keracunan atau sakit. Targetnya harus zero kasus, supaya masyarakat benar-benar merasa aman,” tegasnya.

Yeni juga berharap pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dapat memenuhi standar dan kualifikasi yang ditetapkan pemerintah pusat, mulai dari aspek keamanan pangan, keberadaan ahli gizi, hingga tenaga akuntan profesional agar pengelolaan berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga  Disperindagkop UKM Kota Tangerang Buka Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis

“Dengan maraknya pengadaan SPPG di Kota Tangerang, harapannya semua kualifikasi dari pusat bisa dipenuhi. Misalnya harus ada ahli gizi, akuntan, dan sistem keamanan yang baik. Jangan setengah-setengah,” tambahnya.

Menurut Yeni, pengelolaan program seperti MBG dan SPPG memerlukan keahlian dan tanggung jawab besar. Karena itu, ia menekankan pentingnya melibatkan pihak-pihak yang kompeten dan memahami standar pengelolaan pangan bergizi.

“Saya melihat dinamika di lapangan, pengelolaan SPPG itu tidak mudah. Maka harus ditangani oleh orang-orang yang berkompeten. Pokoknya di Kota Tangerang harus aman dan zero kasus,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Kota Tangerang

Berikan Pelayanan Inklusif dan Humanis, Kecamatan Karawaci Lakukan Perekaman KTP-el di Ruang Rawat Inap

Kota Tangerang

Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Kepengurusan Baru FKWT 2025-2029

Kota Tangerang

Kamis 17 April 2025, Dinas Lingkungan Hidup Gratiskan Uji Emisi Bagi 100 Kendaraan

Kota Tangerang

Optimalisasi Arsip Digital: DPAD Kota Tangerang Gelar Bimtek Admin SRIKANDI

Kota Tangerang

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang siap mengikuti dan mensukseskan Kongres GMNI Ke XXII di Bandung.

Kota Tangerang

Disnaker Kota Tangerang Latih 30 Peserta Cleaning Service, Siap Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Profesional

Kota Tangerang

Cegah Infeksi Penyakit Ternak, Pemkot Tangerang Lakukan Pemeliharaan Kesehatan di UPT PBTPHP

Infrastruktur

Revitalisasi Pasar Anyar Dimulai, Pemkot Tangerang Dinilai Berhasil Jalankan Program Nasional